Cobek Belut Khas Sumedang, Nikmat, Sehat dan Menyegarkan Tubuh

Cobek Belut Khas Sumedang
Cobek belut khas Sumedang. Dok/ruber.id

BERITA SUMEDANG.ruber.id – Nikmatnya cobek belut khas Sumedang. Apalagi, menyantapnya di tengah suasana pedesaan yang asri saat ini banyak pengelola rumah makan tawarkan, khususnya rumah makan yang menyajikan aneka menu khas Sunda.

Dari ragam menu khas Sunda yang ada, bila berkesempatan melakukan kunjungan ke Kabupaten Sumedang, tak lengkap rasanya bila tidak mencicipi menu khas yang satu ini, cobek belut khas Sumedang.

Sejak kali pertama dikenalkan pada awal tahun 1998, cobek belut menjadi menu favorit khas Sumedang yang digemari semua kalangan.

Adalah Eutik Wariah, warga asal Dusun Cieunteung, Desa Cieunteung, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang yang kali pertama memopulerkan menu yang satu ini.

Ibu empat orang anak kelahiran Sumedang, 6 Agustus 1967 ini mengatakan, cobek belut mulanya merupakan makanan favorit keluarganya.

“Almarhum ibu saya, Engkat, perintis RM Nusa Sari, suka sekali cobek-cobekan. Dan biasaya, ibu selalu meminta saya buat cobek, beraneka macam cobek berbahan ikan ibu suka.”

“Baru sekitar tahun 1998-an, saya mencoba membuat cobek belut, waktu itu kata ibu enak dan beda.”

“Setelah itu, saya coba tawarkan cobek belut ini ke pelanggan rumah makan ibu, promosi gratis dulu, hitung-hitung nyoba.”

“Ternyata, menu ini juga pelanggan rumah makan milik ibu sukai,” ujarnya di Rumah Makan Nusa Dua di Jalan Raya Darmaraja KM 25, Sumedang, tahun 2015 lalu.

Jadi Makanan Favorit Bupati Sumedang

Secara kebetulan, kata dia, salah seorang pelanggan rumah makan adalah bupati Sumedang yang saat itu menjabat, yakni Moch Husein Jachjasaputra.

“Kata Pak Bupati Husein, cobek belutnya enak dan bikin ketagihan.”

“Lalu waktu itu, oleh Pak Bupati, saya ikut lomba memasak berbahan ikan tingkat Provinsi Jawa Barat, mewakili Dinas Perikanan Sumedang di Bale Kota Bandung.”

“Alamdulillah saat itu cobek belut menjadi juara 2 tingkat provinsi,” tuturnya.

Sejak saat itu, kata dia, atas dorongan ibu dan mantan bupati Sumedang itulah, kemudian cobek belut ia lempar ke pecinta kuliner.

Hingga akhirnya, menjadi salah satu menu favorit RM Nusa Sari dan RM Nusa Dua.

“Khususnya yang datang ke RM Nusa Dua, yang pengunjung pesan itu, umumnya memang cobek belut.”

“Apalagi warga dari luar daerah seperti Garut, Tasik, Subang, yang kebetulan singgah.”

“Katannya, tak lengkap kalau berkunjung ke Sumedang tak mencicipi cobek belut di sini,” sebutnya.

Selain menyajikan cita rasa khas Sunda yang menggugah selera, harga satu prosinya pun terbilang murah dan terjangkau semua kalangan.

“Alhamdulillah setiap harinya, minimal 60 porsi cobek belut terjual. Apalagi, sejak Waduk Jatigede mulai tergenang air, semakin banyak yang menyukai cobek belut.”

“Karena hampir setiap waktu libur, Sabtu-Minggu, banyak warga dari dalam dan luar Sumedang yang datang dan memesan cobek belut.”

“Ada yang makan di sini, ada juga yang sehari sebelumnya pesan kemudian jadi bekal rekreasi ke Waduk Jatigede,” katanya.

Salah seorang pengunjung asal Kota Tasikmalaya, Kusmayadi, 35, yang sering pulang-pergi Tasik-Sumedang mengaku ketagihan dengan cobek belut khas Sumedang ini.

“Saat kita santap, belutnya itu lembut, gurih, rempah-rempahnya begitu kentara di lidah, dan anehnya, tidak bau amis, enak, mantap, bikin ketagihan lah pokoknya.”

“Apalagi kita santap saat musim hujan seperti sekarang ini, terasa hangat.”

“Setelah menyantap cobek belut khas Sumedang ini, kita sambung sama Wedang Jahe, mantap pisan,” katanya saat bersantap siang di RM Nusa Dua.

Penulis/Editor: Arsip R003