Isu Geothermal Tampomas Sumedang Kembali Mencuat, Ini Alasan Warga Keukeuh Menolak

Isu Geothermal Tampomas Sumedang Kembali Mencuat
Warga Conggeang dan Buahdua, Sumedang keukeuh menolak geothermal Gunung Tampomas. usup supriadi/ruber.id

BERITA SUMEDANG.ruber.id – Pemkab Sumedang, Jawa Barat terus berupaya mematangkan rencana eksplorasi panas bumi atau geothermal di Gunung Tampomas.

Pematangan rencana tersebut, melibatkan enam desa. Yaitu Desa Sekarwangi, Desa Cilangkap, Desa Cibitung, dan Desa Cikurubuk Kecamatan Buahdua, Sumedang.

Kemudian, Desa Jambu dan Desa Narimbang, Kecamatan Conggeang, Sumedang.

Keenam desa tersebut masuk ke dalam wilayah kerja panas bumi (WKP).

Akibat dari rencana eksplorasi panas bumi Tampomas mencuat lagi, warga di enam desa tetsebut belakangan ini kembali mulai hangat membicarakan hal tersebut.

Terlebih, warga Desa Sekarwangi, Desa Cilangkap, dan Desa Narimbang.

Berdasarkan hasil pantauan ruber.id, dengan mencuatnya kembali rencana eksplorasi panas bumi Tampomas, hingga sudah sampai ke berbagai kalangan warga. Sampai saat ini, belum tampak reaksi keras penolakan, seperti kejadian dulu.

Walau pun begitu, pro dan kontra masih tetap ada di tengah masyarakat.

Alasan Warga Keukeuh Menolak Geothermal Sumedang

Oleh karena itu, pada tahapan sosialisasi, Pemkab Sumedang harus dapat menampung dan menjawab aspirasi warga. Terutama, tentang kekhawatiran warga terkait adanya eksplorasi panas bumi Tampomas tersebut.

“Jawaban atau penjelasan dari pemerintah ini, harus dapat dimengerti oleh warga,” kata sejumlah tokoh warga di Desa Sekarwangi.

Sementara itu, Temon, salah seorang warga yang menghadiri studi banding ke PLTPB Darajat Garut menyampaikan, jika ia tetap menolak ekplorasi geothermal Tampomas.

Meskipun, Pemkab Sumedang ngotot untuk menyukseskan proyek tersebut.

“Ada perbedaan stuktur tanah antara Sumedang dan Garut, pada intinya kami kurang yakin proyek PLTPB Tampomas bisa aman untuk lingkungan,” kata Temon.

Temon berharap, Pemkab Sumedang mengurungkan niatnya untuk membangun PLTPB Tampomas.

Karena, Kabupaten sSmedang sudah banyak kehilangan lahan produktif oleh mega proyek. Di antaranya, Waduk Hatigede, Bendungan Cipanas, hingga Tol Cileunyi, Sumedang, Dawuan (Cisumdawu).

“Masa depan Kabupaten Sumedang ada di tangan kita, membangun tanpa merusak keasrian alam,” kata Temon.