Makam Raja Sumedang Akan Diusik, Seuweu Siwi Prabu Aji Putih Marah Besar

Makam Raja Sumedang, Seuweu Siwi Prabu Aji Putih

BERITA SUMEDANG.ruber.id – Seuweu Siwi Prabu Aji Putih, keturunan langsung dari Eyang Prabu Aji Putih, marah besar ketika mendengar tentang rencana pemindahan makam leluhur mereka.

Makam Prabu Aji Putih, di Desa Cipaku, Kecamatan Darmaraja, Sumedang, memang telah tergenang oleh air Waduk Jatigede sejak tahun 2015.

Eyang Prabu Aji Putih, adalah Raja Tembong Agung, cikal bakal Sumedang, dan memiliki kedudukan sakral dalam sejarah dan budaya Sumedang.

Luapan amarah yang dirasakan oleh Seuweu Siwi ini, disebabkan oleh kabar bahwa sekelompok individu merencanakan untuk memindahkan makam Eyang Prabu Aji Putih ke lokasi lain.

Bagi Seuweu Siwi, yang menjaga warisan leluhur mereka dengan penuh pengabdian, rencana ini penghinaan besar terhadap keberadaan makam sang Raja Sumedang.

Sebuah pertemuan penting pun diadakan di Bale Gedung Pakuning Alam, Cilembu, Desa Pakualam pada tanggal 28 September 2023.

Di mana Seuweu Siwi Prabu Aji Putih, secara tegas menyuarakan ketidaksetujuan mereka terhadap rencana pemindahan makam ini.

“Saha maneh rek ngaganggu karuhun aing, urusanna jeung aing (Siapa kamu yang mengganggu leluhur kami, urusannya sama saya),” kata salah satu juru pelihara makam keramat, Ujang Suyatna.

Mereka menekankan, pemindahan makam akan menghilangkan nilai sakralitas dan mengancam keberlanjutan tradisi penghormatan kepada leluhur.

Bagi Seuweu Siwi, ini bukan sekadar masalah fisik, tetapi juga masalah spiritual dan identitas yang dalam.

Camat Darmaraja, Widodo Heru, yang juga hadir dalam pertemuan tersebut, berusaha untuk menengahi perselisihan ini.

Menurutnya, sepengetahuannya, kelompok yang merencanakan pemindahan makam tidak bermaksud untuk memindahkan makam itu secara fisik. Melainkan, ingin menciptakan simbol atau tanda di tempat lain.

Hal ini, diusulkan mengingat makam Eyang Prabu Aji Putih telah tenggelam oleh air Waduk Jatigede.

Petisi Penolakan

Namun, Seuweu Siwi tetap bersikeras menolak pemindahan apapun yang mengusik makam Eyang Prabu Aji Putih.

Mereka, telah membuat petisi dan mengumpulkan tanda tangan di kain putih.

Hal ini, sebagai simbol penolakan terhadap upaya-upaya yang dapat mengganggu makam leluhur mereka.

Konflik ini, mencerminkan pentingnya keberadaan makam Eyang Prabu Aji Putih dalam kehidupan dan identitas masyarakat Sumedang. Serta, tekad Seuweu Siwi untuk melindunginya.